Enjoy Your Reading!

Thanks for coming to my personal blog, hope you enjoy!

Minggu, 20 Februari 2022

Raffi Ahmad dan Mesin ATM

Beberapa waktu yang lalu seorang artis, influencer dan pengusaha, Raffi Ahmad berulang tahun. Terdapat hal yang spesial di ulang tahunnya yang ke 35 tahun, yaitu hadiah mesin ATM dari Bank BNI. Mesin ATM tersebut, ditempatkan di kantor RANS Entertaiment yang juga merupakan rumah nya di daerah bilangan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Dalam konteks bisnis, rasanya tidak ada yang salah dengan hadiah mesin ATM yang diberikan oleh BNI. Raffi Ahmad dengan followers sebanyak 59,6 juta memang telah menjadi magnet tersendiri untuk mempromosikan produk. Bank BNI sendiri menerangkan bahwa penempatan ATM tersebut telah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) dan merupakan hasil kerja sama antara Bank BNI dengan RANS yang merupakan nasabah utama.

Apabila dilihat dari konteks keuangan inklusif, rasanya pemberian hadiah berupa mesin ATM ke Raffi Ahmad menjadi sebuah hal yang dilematis. Survei Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang dilakukan oleh Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) tahun 2020, menunjukkan bahwa 81,4% orang dewasa pernah menggunakan produk atau layanan keuangan formal. Sementara itu, kepemilikan akun baru sebesar 61,7% dari penduduk dewasa. Hasil dari SNKI tersebut menunjukkan bahwa belum seluruh masyarakat Indonesia telah menggunakan dan memiliki akun untuk akses ke layanan keuangan formal. Apabila dilihat lebih dalam terkait dengan akses pada layanan, berdasarkan data BPS pada tahun 2020, menunjukkan jumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sebanyak 516 unit per 1.000 m2. Sementara itu, untuk daerah timur Indonesia, Maluku dan Papua, jumlah mesin ATM hanya sebanyak 4 (empat) unit per 1.000 m2. Dengan melihat kondisi tersebut, menurut hemat saya, akan lebih bijak apabila penggunaan mesin ATM tidak dibuat secara khusus untuk kelompok tertentu yang nantinya akan mendorong financial exclusive.

Dalam perluasan keuangan inklusif memang tidak semudah menambah mesin ATM, menambah jumlah kantor cabang bank, dan hal-hal fisik lainnya. Namun diperlukan peningkatan literasi masyarakat akan keuangan, bisnis, dan digital agar inklusi keuangan bisa merata di seluruh Indonesia. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang dikomandoi oleh DNKI dengan dibantu oleh Pelaku Industri, Asosiasi, FinTech dan masyarakat.

Raynaldoith, 
21 Februari 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar