
Mengapa banyak perusahaan bisa memenangkan kompetisi dan sebagian lainnya tidak bisa? Jika kita lihat lebih jauh ada beberapa perusahaan yang dulunya adalah pemimpin pasar namun sekarang nama mereka semakin tenggelam dengan kompetitor-kompetitornya. Sebaliknya, ada juga perusahaan yang baru saja berdiri namun bisa berkembang pesat bahkan langsung menjadi pemimpin pasar.
Salah satu contoh yang nyata perusahaan yang gagal untuk memenangi
persaingan usaha adalah Nokia. Nokia adalah perusahaan ponsel terbesar di
Finlandia. Jika kita lihat pada awal tahun 2007 Nokia berhasil mengusai
lebih dari 50% pangsa pasar ponsel dunia, namun pada tahun 2012 sampai sekarang pangsa pasarnya
dibawah 10% bahkan semakin turun mendekati 0%. Penyebab kegagalan mereka adalah disaat kompetitor melakukan inovasi dalam software yang berbasis android, Nokia
masih bermain dalam modifikasi hardware
yang bermacam-macam bentuknya. Nokia tidak berhasil membaca keinginan pasar yang sudah jenuh dengan perubahan ponsel pada bentuknya saja. Mereka menganggap bahwa keinginan pasar masih tetap sama, yaitu perubahan-perubahan pada hardware. Pada akhirnya Nokia diakuisisi oleh Microsoft yang kemudian dibuat sebagai windows phone, namun hal tersebut tidak bisa membantu banyak Nokia untuk bangkit dari keterpurukannya. Kita bisa menyebut Nokia terlalu fokus melakukan eksploitasi pada produknya dan kurang mengembangkan hal baru.
Gambar 1. Market Share Nokia
Beda halnya dengan kegagalan salah satu perusahaan Biotech di Eropa, sebut saja
OncoSearch. Perusahaan tersebut memiliki inovasi yang luar biasa untuk penyakit
kanker darah. Setiap hari selalu ada hal baru. Namun hal yang menyedihkan
adalah mereka ingin membuat tersebut sempurna dan pada saat sempurna, ternyata
produk mereka sudah usang. OncoSearch terlalu fokus pada eksplorasi pada produknya.
Eksploitasi adalah melakukan
hal yang sama secara terus-menerus, sedangkan Eksplorasi adalah melakukan
pencarian pada hal baru. Untuk bisa sukses, perusahaan harus bisa melakukan
kedua hal tersebut secara bersama-sama. Mengetahui kapan harus melakukan
Eksploitasi dan kapan harus melakukan Eksplorasi.
Gambar 2. Inspirasi Indonesia Imajinesia
Salah satu contoh perusahaan
yang berhasil sukses dalam persaingan usaha adalah Toyota. Toyota berhasil
melakukan eksploitasi, yaitu memproduksi kendaraannya dengan semangat KAIZEN (perbaikan terus-menerus) dan
juga berhasil melakukan eksplorasi, yaitu melihat kondisi pasar yang mulai memikirkan nasib lingkungan dengan mengembangkan teknologi HYBRID. Hal
tersebut membuat Toyota berhasil memenangkan kompetisi dengan membukukan 10.15 juta unit kendaraan yang terjual di seluruh dunia pada tahun 2015.Sebenarnya yang menarik dalam eksploitasi dan eksplorasi karena prinsip tersebut juga berlaku dalam banyak aspek kehidupan kita sehari-hari. Salah satu contoh nyata adalah dalam perkuliahan. Jika eksploitasi dipandang sebagai sebuah nilai akademik dan eksplorasi dipandang sebagai sebuah kegiatan eksternal, apakah itu kegiatan organisasi, asisten dosen/laboratorium, perlombaan, dll, maka harus ada keseimbangan antara eksploitasi dan eksplorasi diri sebagai mahasiswa.
Ada beberapa mahasiswa yang memiliki idealisme terhadap IPK, sehingga
pada selama perkuliahan fokus pada belajar dan belajar saja. Ada pula beberapa
mahasiswa yang memiliki idealisme terhadap organisasi. Kehidupan kuliahnya
diisi dengan rapat, menyampaikan orasi, berpartisipasi dalam kepanitiaan dan
sampai lupa pada kewajibannya untuk belajar. Apakah yang akan terjadi pada kedua
mahasiswa tersebut setelahnya? Pasti akan menjadi sebuah pertanyaan apakah
mereka dapat bertahan dalam kompetisi berikutnya atau tidak.
Mahasiswa yang memiliki keseimbangan antara eksploitasi dan eksplorasi
adalah mahasiswa yang ideal. Dari sisi akademik mereka bisa memiliki IPK yang
tinggi dan dari sisi softskill juga
mereka memiliki kemampuan yang mempuni. Kompetisi selanjutnya untuk menghadapi
dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi pasti
dapat terlewati dengan lancar.
Pesan yang ingin saya sampaikan
dalam tulisan ini adalah Jagalah Keseimbangan Dalam Kehidupan untuk bisa memenangkan setiap kompetisi.
"Bukanlah
sebuah hal yang mudah untuk bisa memiliki keseimbangan, namun jika hal tersebut
sudah dimiliki maka kita akan memenangkan kompetisi."
Malang, 16 Juni 2016
@raynaldoith
#InspirasiIndonesia
#IMAJINESIA
#TMMINspirasi
Sumber:


keren gan. terlihat sekali penulis cerdas orangnya hehe
BalasHapusMakasi gan udah mampir hehe mohon kritik-sarannya juga
Hapussipp gan.. keren.. (y)
BalasHapussipp gan.. keren.. (y)
BalasHapusTulisannya bagus dan bermanfaat, thanxs..
BalasHapus