Enjoy Your Reading!

Thanks for coming to my personal blog, hope you enjoy!

Selasa, 14 Juni 2016

Mengapa "Mereka" Berhasil Memenangkan Kompetisi?

                 
      Mengapa banyak perusahaan bisa memenangkan kompetisi dan sebagian lainnya tidak bisa? Jika kita lihat lebih jauh ada beberapa perusahaan yang dulunya adalah pemimpin pasar namun sekarang nama mereka semakin tenggelam dengan kompetitor-kompetitornya. Sebaliknya, ada juga perusahaan yang baru saja berdiri namun bisa berkembang pesat bahkan langsung menjadi pemimpin pasar.
Salah satu contoh yang nyata perusahaan yang gagal untuk memenangi persaingan usaha adalah Nokia. Nokia adalah perusahaan ponsel terbesar di Finlandia. Jika kita lihat pada awal tahun 2007 Nokia berhasil mengusai lebih dari 50% pangsa pasar ponsel dunia, namun pada tahun 2012 sampai sekarang pangsa pasarnya dibawah 10% bahkan semakin turun mendekati 0%. Penyebab kegagalan mereka adalah disaat kompetitor melakukan inovasi dalam software yang berbasis android, Nokia masih bermain dalam modifikasi hardware yang bermacam-macam bentuknya. Nokia tidak berhasil membaca keinginan pasar yang sudah jenuh dengan perubahan ponsel pada bentuknya saja. Mereka menganggap bahwa keinginan pasar masih tetap sama, yaitu perubahan-perubahan pada hardware. Pada akhirnya Nokia diakuisisi oleh Microsoft yang kemudian dibuat sebagai windows phone, namun hal tersebut tidak bisa membantu banyak Nokia untuk bangkit dari keterpurukannya. Kita bisa menyebut Nokia terlalu fokus melakukan eksploitasi pada produknya dan kurang mengembangkan hal baru.
Gambar 1. Market Share Nokia
Beda halnya dengan kegagalan salah satu perusahaan Biotech di Eropa, sebut saja OncoSearch. Perusahaan tersebut memiliki inovasi yang luar biasa untuk penyakit kanker darah. Setiap hari selalu ada hal baru. Namun hal yang menyedihkan adalah mereka ingin membuat tersebut sempurna dan pada saat sempurna, ternyata produk mereka sudah usang. OncoSearch terlalu fokus pada eksplorasi pada produknya.
Eksploitasi adalah melakukan hal yang sama secara terus-menerus, sedangkan Eksplorasi adalah melakukan pencarian pada hal baru. Untuk bisa sukses, perusahaan harus bisa melakukan kedua hal tersebut secara bersama-sama. Mengetahui kapan harus melakukan Eksploitasi dan kapan harus melakukan Eksplorasi.
Gambar 2. Inspirasi Indonesia Imajinesia
    Salah satu contoh perusahaan yang berhasil sukses dalam persaingan usaha adalah Toyota. Toyota berhasil melakukan eksploitasi, yaitu memproduksi kendaraannya dengan semangat KAIZEN (perbaikan terus-menerus) dan juga berhasil melakukan eksplorasi, yaitu melihat kondisi pasar yang mulai memikirkan nasib lingkungan dengan mengembangkan teknologi HYBRID. Hal tersebut membuat Toyota berhasil memenangkan kompetisi dengan membukukan 10.15 juta unit kendaraan yang terjual di seluruh dunia pada tahun 2015.
     Sebenarnya yang menarik dalam eksploitasi dan eksplorasi karena prinsip tersebut juga berlaku dalam banyak aspek kehidupan kita sehari-hari. Salah satu contoh nyata adalah dalam perkuliahan. Jika eksploitasi dipandang sebagai sebuah nilai akademik dan eksplorasi dipandang sebagai sebuah kegiatan eksternal, apakah itu kegiatan organisasi, asisten dosen/laboratorium, perlombaan, dll, maka harus ada keseimbangan antara eksploitasi dan eksplorasi diri sebagai mahasiswa.
Ada beberapa mahasiswa yang memiliki idealisme terhadap IPK, sehingga pada selama perkuliahan fokus pada belajar dan belajar saja. Ada pula beberapa mahasiswa yang memiliki idealisme terhadap organisasi. Kehidupan kuliahnya diisi dengan rapat, menyampaikan orasi, berpartisipasi dalam kepanitiaan dan sampai lupa pada kewajibannya untuk belajar. Apakah yang akan terjadi pada kedua mahasiswa tersebut setelahnya? Pasti akan menjadi sebuah pertanyaan apakah mereka dapat bertahan dalam kompetisi berikutnya atau tidak.
Mahasiswa yang memiliki keseimbangan antara eksploitasi dan eksplorasi adalah mahasiswa yang ideal. Dari sisi akademik mereka bisa memiliki IPK yang tinggi dan dari sisi softskill juga mereka memiliki kemampuan yang mempuni. Kompetisi selanjutnya untuk menghadapi dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi pasti dapat terlewati dengan lancar.
Pesan yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah Jagalah Keseimbangan Dalam Kehidupan untuk bisa memenangkan setiap kompetisi. 

"Bukanlah sebuah hal yang mudah untuk bisa memiliki keseimbangan, namun jika hal tersebut sudah dimiliki maka kita akan memenangkan kompetisi."

Malang, 16 Juni 2016
@raynaldoith
#InspirasiIndonesia
#IMAJINESIA
#TMMINspirasi

Sumber:
a-smartphones-since-2007.jpg